Kamis, 08 Desember 2011

Mengontrol Emosi Negatif

Setiap manusia memiliki emosi negatif dan positif. Jika tak bisa mengontrolnya, emosi akan menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri.

Untuk itu, setiap manusia perlu memiliki kontrol terhadap emosinya. Menurut pakar penyembuhan melalui emosi (emotional healing), Irma Rahayu, emosi negatif seseorang tak bisa dihilangkan.

"Contoh emosi negatif itu adalah rasa marah, dendam dan sebagainya. Itu adalah hal yang manusiawi dan tidak bisa dihilangkan," kata Irma saat diwawancara Yahoo! Indonesia.

Menurut Irma, yang biasanya dilakukan para healer adalah menuntun pasien mereka agar bisa mengubah emosi negatif yang dirasakan menjadi sebuah motivasi.

Irma telah menjadi healer sejak 2008 lalu. Pasiennya memiliki masalah yang beragam. Mulai dari pengusaha yang bangkrut, pasangan yang bermasalah dalam pernikahannya dan masih banyak lagi.

"Semua masalah yang dialami manusia berkaitan dengan emosi. Emosi itu berupa energi. Terapi saya adalah mengubah emosi itu menjadi energi untuk kembali bangkit dari keterpurukan," tambah Irma.

Dalam membantu pasiennya, Irma memiliki dua bentuk kegiatan, yaitu terapi berkelompok juga individual. Uniknya, terapi individual yang dilakukan Irma tak seperti layaknya terapis lain yang bertemu pasien di sebuah ruangan yang tertutup.

"Saya lebih suka bertemu pasien di kafe, mal, dan sebagainya. Jadi mereka tak tampak layaknya orang yang memiliki masalah. Mereka menjadi lebih santai. pendekatan saya juga tidak seperti terapis, melainkan lebih seperti teman dan sahabat," ujarnya.

Irma tak bisa menjamin berapa lama seseorang harus mengikuti sesi terapi hingga dinyatakan sembuh. Menurutnya hal tersebut sangat tergantung dengan masing-masing orang.

"Tergantung berapa lama orang itu kuat kemauannya untuk kembali bangkit," pungkasnya lagi.

Planet X yang akan Menabrak Planet Bumi

Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X.
Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.
Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.
Bocornya segelintir informasi dari kalangan “orang dalam” dan para pengamat, membuat publik mulai tertarik akan hal ini.
Kenapa bencana ini begitu dirahasiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasar uang serta mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dunia.
Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita bisa semakin waspada ya!
Oke..saat ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak.Ini diakibatkan koneksi plasmatic elektromagnetis antar planet.