Rabu, 29 Januari 2014

segala tanyaku...

Seseorang yang ada disana....
Jika kau bukan seorang pangeran, lantas mengapa kau menyelamatkanku dari sepi dan sunyinya jiwa ini?
Seseorang yang ada disana..
Jika kau bukanlah sebuah bintang, mengapa kau menerangi gelapnya hati ini?
Seseorang yang ada disana...
Jika kau bukanlah Seorang pahlawan, lalu mengapa kau seakan terus ingin melindungiku?
Seseorang yang ada dihatiku...
Jika kita tak ditakdirkan bersama, lantas mengapa kita dipertemukan?
Seseorang yang ada dihatiku...
Jika kau tak menginginkan ku, lalu mengapa kau mendengar dan mebalas panggilan hatiku?
Aku tak mengerti...
Jika aku tak merindukanmu, bagaimana bisa namamu bergema dikepalaku?
Jika aku mengatakan aku tak mencintaimu, mengapa hatiku berkata berbeda?
Dapatkah kau menjawab segala tanyaku?
Kau seperti mawar yang indah dan harum, tetapi mengapa aku hanya bisa merasakan durimu?
Kau seperti matahari yang gagah dan bersinar, tetapi mengapa aku hanya mendapatkan panas sinarmu dihatiku?
Kau bagai karang yang kokoh, tetapi aku hanya dapat merasakan tajamnya batuanmu?
Dengan semua yang kurasakan, masih bisakah ku bertahan? Masih sanggupkah aku berdiri disampingmu? Atau haruskah ku berlari pergi? menghilang?--

Minggu, 19 Januari 2014

Pangeran kah?

Kamu seseorang laki-laki yang bernama indah berwajah menawan berpenampilan baik dan dari keluarga yang apik. Kamu bukan seseorang yang baru kukenal, saat itu aku melihatmu sedang mempertahankan martabat sekolahmu. Dengan bercucuran keringat kau terlihat mempesona. Pernah bertemu tak pernah menyapa, dan sapaan itu terdengar lewat denting bunyi pesan dari sebuah media sosial, saat itu kau memberikan identitas dan senyummu walau hanya lewat emotion sederhana. Aku mulai menyukainya, hingga bertahun kemudian aku bertemu lagi denganmu melalui dunia maya.
Itu adalah saat ini, saat dimana aku lebih banyak tau tentang dirimu, saat dimana aku tau kepribadianmu. Awalnya kau beri begitu banyak pertanyaan yang menggambarkan sebuah perhatian, aku terlalu bodoh dan dengan senang hati membalas semuanya. Setiap hari selalu menguntai kata indah, tetapi itu hanya sesaat, dirimu yang dingin mulai terlihat, kehangatan dirimu pudar seketika. Aku tak tau mengapa, aku menyadari tak hanya aku yg berdiri di sekitarmu walau kutau tak ada satupun yang berdiri menggandeng tanganmu. aku mulai menyadari kesalahanku terlalu percaya dan menaruh hatiku padamu, terlalu cepat menganggap semua istimewah, mungkinkah dia melakukan hal yang sama pada wanita lain? Entahlah
Kau Seseorang yang ada dimimpiku, aku tak ingin kau keluar dari sana dan mengacaukan kehidupan nyataku, biarlah kau dimimpiku dengan segenap kehangatanmu. Jangan mempersulit diriku, sinarmu yang terang sudah cukup menyilaukanku, jangan lagi kau berdiri disana, pergilah aku ingin keluar dan jangan menghalangi jalanku, wahai sang pangeran mimpiku, bisakah kau lihat usahaku? Wahai pangeranku, apakah kau sadar hanya saat aku menyerah mempertahankan semuanya? Wahai pangeranku? Apakah kita dipertemukan untuk bersama atau hanya untuk sekedar menyapa? Aku mulai tersadar, kau bukan pangeranku bahkan kau bukan seorang pangeran, kau hanya seseorang yang mampir untuk beristirahat dan kembali berjalan saat semuanya membaik.