Kamu seseorang laki-laki yang bernama indah berwajah menawan berpenampilan baik dan dari keluarga yang apik. Kamu bukan seseorang yang baru kukenal, saat itu aku melihatmu sedang mempertahankan martabat sekolahmu. Dengan bercucuran keringat kau terlihat mempesona. Pernah bertemu tak pernah menyapa, dan sapaan itu terdengar lewat denting bunyi pesan dari sebuah media sosial, saat itu kau memberikan identitas dan senyummu walau hanya lewat emotion sederhana. Aku mulai menyukainya, hingga bertahun kemudian aku bertemu lagi denganmu melalui dunia maya.
Itu adalah saat ini, saat dimana aku lebih banyak tau tentang dirimu, saat dimana aku tau kepribadianmu. Awalnya kau beri begitu banyak pertanyaan yang menggambarkan sebuah perhatian, aku terlalu bodoh dan dengan senang hati membalas semuanya. Setiap hari selalu menguntai kata indah, tetapi itu hanya sesaat, dirimu yang dingin mulai terlihat, kehangatan dirimu pudar seketika. Aku tak tau mengapa, aku menyadari tak hanya aku yg berdiri di sekitarmu walau kutau tak ada satupun yang berdiri menggandeng tanganmu. aku mulai menyadari kesalahanku terlalu percaya dan menaruh hatiku padamu, terlalu cepat menganggap semua istimewah, mungkinkah dia melakukan hal yang sama pada wanita lain? Entahlah
Kau Seseorang yang ada dimimpiku, aku tak ingin kau keluar dari sana dan mengacaukan kehidupan nyataku, biarlah kau dimimpiku dengan segenap kehangatanmu. Jangan mempersulit diriku, sinarmu yang terang sudah cukup menyilaukanku, jangan lagi kau berdiri disana, pergilah aku ingin keluar dan jangan menghalangi jalanku, wahai sang pangeran mimpiku, bisakah kau lihat usahaku? Wahai pangeranku, apakah kau sadar hanya saat aku menyerah mempertahankan semuanya? Wahai pangeranku? Apakah kita dipertemukan untuk bersama atau hanya untuk sekedar menyapa? Aku mulai tersadar, kau bukan pangeranku bahkan kau bukan seorang pangeran, kau hanya seseorang yang mampir untuk beristirahat dan kembali berjalan saat semuanya membaik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar